MEDAN | Wakil Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengingatkan, stigma Sumatera Utara sebagai barometer korupsi di tanah air mencoreng nama baik daerah itu.
Karena itu, dia mengajak pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, Kabupaten dan Kota menekan terjadinya tindak pidana korupsi.
"Stigma miring yang selama ini menyatakan Sumut adalah ladang korupsi harus segera kita ubah. Sumut harus menjadi provinsi yang berdaya saing dan sejahtera,” tegas Erry dalam acara Halal Bil Halal di rumah dinas Kajatisu, Jalan Listrik Medan, Selasa (5/8/2014).
Khusus kepada jajaran Kejati Sumut, Erry mengimbau agar menjalin harmonisasi lebih erat lagi TNI dan Polri dalam menegakkan supremasi hukum, baik dalam penanganan kasus pidana, perdata, dan paling utama adalah kasus korupsi.
"Penegakan hukum tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Harus ada koordinasi dan kerjasama yang baik antara instansi, terutama Polri dan Kejaksaan. Komitmen yang kuat, visi dan misi yang sama dalam menegakkan keadilan adalah kunci keberhasilan," pungkas Erry. [reza|ray]
Tidak ada komentar