BARUS| Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), memiliki objek wisata religi bernama Makam Mahligai yang letaknya di Desa Aek Dakka, Kecamatan Barus.
Makam Mahligai terletak di atas bukit yang terhampar di areal lebih kurang 3 hektar. Nama Mahligai berasal dari nama istana kecil pada masa lalu. Terdapat sejumlah makam diantaranya makan Syech Imam Khitil Muazamsyah Biktibai Syech Samsudin Min Biladil Fansury dari negeri Fansyuri dan Syech Zainal Abidin, Syech Ilyas, Syech Samsuddin serta sejumlah makam pengikut lainnya.
Selain Makam Mahligai, Tapteng juga memiliki wisata religi lain yakni Makam Papan Tenggi yang terletak di Desa Penanggahan, Kecamatan Barus, hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari Makam Mahligai. Makam Papan Tenggi juga berada di puncak sebuah bukit yang memiliki 710 anak tangga atau sekitar 145 meter.
Dari sejumlah komplek situs makam, Makam Papan Tenggi berada di dataran paling tinggi dibanding komplek makam lainnya, sekitar 200 Meter dari permukaan laut (Mdpl). Dari lokasi Makam Papan Tenggi, terhampar pemandangan indah dengan hamparan sawah dan hutan ditingkahi laut biru.
Tidak kalah menarik adalah Makam Tuan Syech Maqdum yang berada di Desa Bukit Putu Pangan yang terhampar diatas areal seluas 421,18 m2 dengan ketinggian 5 Mdpl/ Lokasinya berada sekitar 500 meter ke arah pantai menuju kota Kecamatan Barus.
Untuk sampai ke lokasi makam, pengunjung harus menaiki 80 anak tangga. Selain makam Makam Tuan Syech Maqdum, di komplek yang sama juga terdapat sejumlah makam pengikutnya.
Makam lain adalah Makam Tuan Ambar di Desa Pangahan, Kecamatan Barus Utara, sekitar 200 meter dari tepi jalan. Sebelum dilakukan pemugaran oleh Pemkab Tapteng, sebagian besar batu nisan tidak lagi terpacak ke tanah. Dari sekian nisan, hanya satu batu yang bertarikh yang memuat nama almarhum.
Makam Tuan Ibrahim Syah di Kecamatan Barus menambah kekayaan situs sejarah di Kabupaten Tapteng. Makam Tuan Ibrahim Syah atau Syeh Batu Badan ini berada di Simpang Tiga, Desa Putu Pangan, berdekatan dengan Makam Papan Tenggi, hanya berjarak sekitar 300 meter saja.
Tuan Ibrahim Syah merupakan raja pertama di Barus. Almarhum wafat akibat dibunuh musuhnya pada 825 Hijriah.
Salah satu keunikan makam ini terdapat batu papan yang memanjang dari arah kepala hingga kaki. Batu papan itu terlihat menghimpit diatas makam. Batu Papan diatas kuburan sengaja diletakkan agar makan tidak dibongkar orang.
Selain makam para penyebar agama Islam, juga terdapat makam dan prasasti yang menyimpan semangat perjuangan dalam merebut kemerdekaan. Salah satunya adalah makam pahlawan nasional Dr Ferdinas Lumbantobing di Kecamatan Kolang, Tapteng.
10 DESTINASI WISATA
Plt Bupati Tapteng, Syukran J Tanjung mengatakan, daerahnya memiliki sedikitnya 10 destinasi wisata pantai yang sangat potensial dikembangkan untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Tapteng.
Objek wisata pantai itu yakni Pantai Binasi, Putri, Bilalang, Sosor Godang, Kalimatung, Kalangan, Batu Gerigis, Pandan, Kade Tego dan Pantai Sitiristiris.
"Banyak lagi kawasan pantai yang memiliki keunikan dan keindahan tersendiri di Tapteng. Sebagian besar telah mendapat sentuhan, sedang sebagian lagi belum dimaksimalkan," ujar Syukran.
Menurut Syukran, Pemkab Tapteng terus melakukan pembenahan wilayah di berbagai sektor guna mendukung PAD, tanpa terkecuali menggerakkan bidang perdagangan dan jasa.
"Semua sektor yang berkaitan dengan insfrastruktur, maritim, energi dan pangan, menjadi prioritas Pemkab Tapteng, sesuai dengan program yang telah dicanangkan pemerintah pusat," sebut Syukran.
Usai mengunjung Makam Mahligai, rombongan kemudian mengunjungi pantai Sonasi, salah satu pantai terbaik di Tapteng. [rez]
Tidak ada komentar